Maraknya Kasus Kanker Yang Menyerang Generasi Muda

Senin, 3 Juni 2024 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolommedia.com – Penyakit kanker dulunya dianggap penyakit yang hanya menyerang pada orang pada diusia diatas 65 tahun, kini menimbulkan kekhawatiran juga untuk para generasi muda, dilansir berdasarkan Studi Onkologi yang tercantum dalam British Medical Journal (BMJ) dari 29 jenis kanker meningkat sebanyak 79% selama tiga dekade belakangan dan banyaknya pasien pengidap kanker tersebut berusia 50 tahun ke bawah.

Mengetahui Apa itu Kanker

Kanker merupakan sebuah penyakit yang sangat di takuti oleh hampir seluruh manusia, bahkan penyakit kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia dengan jumlah 9.6 juta kematian per-tahun. Menurut data Kemenkes RI tahun 2022, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia sebesar 136 orang per 100.000 penduduk dan menempati urutan ke-8 di Asia Tenggara.

Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia (kbbi), kanker berarti penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas

Penyakit kanker itu sendiri sangat banyak jenis dan dapat menyerang setiap sel tubuh manapun.

Dikutip dari laman https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7325188/dokter-onkologi-sebut-hal-ini-bisa-jadi-penyebab-anak-muda-terkena-kanker

Dokter onkologi dr Jeffry Beta Tenggara, SpPD-KHOM mengatakan saat ini angka pengidap kanker di Indonesia masih terbilang cukup mengkhawatirkan. Jenis-jenis kanker tersebut adalah kanker payudara, kanker paru, dan kanker serviks masih menjadi tiga besar di Tanah Air.

“Kanker paru tetap banyak jadinya, makin tinggi. Memang angkanya tetap kanker payudara nomor satu, tapi kanker paru ini dan kanker serviks ini seperti saingan rebutan (posisi) nomor dua, nomor 3, atau nomor empat dengan kanker usus,” ucap dr.Jeffry di Jakarta Pusat, Minggu (4/5/2024).

Penyebab Peningkatan.

Baca Juga :  Google Fit, Kunci Keselamatan dan Kesehatan di Ujung Jari Anda

Meski menurut ahli onkologi medis Veda Giri, MD , Profesor Internal Kedokteran, Fakultas Kedokteran Yale , dalam siaran persnya, ia menyatakan bahwa penyebab pasti dalam peningkatan dratis berikut belum dapat ditemukan secara pasti.

Namun peningkatan ini disinyalir berkaitan mulai dari faktor genetik hingga gaya hidup. Banyaknya pengonsumsian tembakau, alkohol serta berbagai makanan yang berpengawet juga dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit kanker.

Kekhawatiran Angka Meningkat.

“Berdasarkan tren yang diamati selama tiga dekade terakhir, para peneliti memperkirakan bahwa jumlah global kasus kanker dini dan kematian terkait akan meningkat masing-masing sebesar 31% dan 21% pada tahun 2030, dengan jumlah kasus terbanyak pada usia 40-an tahun. berisiko,” rilis berita BMJ mencatat.

Pernyataan ini merupakan pertanda bahwa pentingnya menjaga pola hidup sehat yang harus semakin ditingkatkan sejak usia muda, mengingat keadaan dunia dengan paparan polusi yang kini semakin meningkat juga turut berkontribusi dalam peningkatan angka pengidap kanker.

Baca Juga :  Google Authenticator: Solusi Canggih untuk Keamanan Login Akun Anda

Upaya Pencegahan.

Tentu setiap orang ingin terhindar dari resiko mengidap penyakit kanker, sehingga sebaiknya kita semakin sadar akan tubuh dan juga mulai melakukan hal-hal yang dapat mencegah timbulnya penyakit kanker, yakni diantaranya sebagai berikut

1. Menghindari Konsumsi Tembakau

2. Menghindari Konsumsi Alkohol

3. Mengatur pola makan

4. Olahraga Teratur

5. Hindari Paparan Zat Kimia Berbahaya

6. Menghindari Kontak yang dapat menimbulkan penularan infeksi

7. Menjaga Kualitas Tidur

8. Mengonsumsi Vitamin D

9. Mengecek Kesehatan secara rutin

Adapun cara untuk mendeteksi penyakit kanker ialah dengan melakukan tes skrining yang dapat dilakukan secara teratur maupun berkala. Tes skrining diketahui mampu mendeteksi adanya kanker payudara, serviks, paru-paru, dan kolorektal (usus besar) lebih awal. Hal ini akan menguntungkan bagi penderita agar segera mendapatkan penanganan khusus dari dokter.

Pemberian vaksin juga mampu membantu menurunkan risiko penyakit kanker, seperti vaksin human papillomavirus (HPV) yang membantu mencegah kanker serviks dan beberapa jenis kanker lainnya/vaksin hepatitis B dapat membantu menurunkan risiko kanker hati.

(mei).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

GEN Z MALAS BEKERJA, APAKAH BENAR?
Netizen dibuat demam drakor karena Lovely Runner! Simak fakta dibalik drama yang hampir gagal ini!!
Pecinta Drakor Komedi Romantis, Harus Nonton Drakor Terbaru ini, Dreaming of a Freaking Fairytale
Game Online, Antara Hiburan dan Penjajahan Waktu Generasi Muda Indonesia
10 Manfaat Sayuran Hijau Untuk Kesehatan Jantungmu
Google Fit, Kunci Keselamatan dan Kesehatan di Ujung Jari Anda
Google Authenticator: Solusi Canggih untuk Keamanan Login Akun Anda
Pemkot Balikpapan Tetap Berikan Iuran BPJS Kesehatan Gratis, Meski Sistem kelas dihapus
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 16:29 WIB

GEN Z MALAS BEKERJA, APAKAH BENAR?

Rabu, 12 Juni 2024 - 07:23 WIB

Netizen dibuat demam drakor karena Lovely Runner! Simak fakta dibalik drama yang hampir gagal ini!!

Jumat, 7 Juni 2024 - 16:20 WIB

Pecinta Drakor Komedi Romantis, Harus Nonton Drakor Terbaru ini, Dreaming of a Freaking Fairytale

Senin, 3 Juni 2024 - 13:20 WIB

Maraknya Kasus Kanker Yang Menyerang Generasi Muda

Senin, 27 Mei 2024 - 21:57 WIB

Game Online, Antara Hiburan dan Penjajahan Waktu Generasi Muda Indonesia

Senin, 27 Mei 2024 - 21:52 WIB

10 Manfaat Sayuran Hijau Untuk Kesehatan Jantungmu

Senin, 27 Mei 2024 - 21:47 WIB

Google Fit, Kunci Keselamatan dan Kesehatan di Ujung Jari Anda

Senin, 27 Mei 2024 - 21:33 WIB

Google Authenticator: Solusi Canggih untuk Keamanan Login Akun Anda

Berita Terbaru

Lifestyle

GEN Z MALAS BEKERJA, APAKAH BENAR?

Jumat, 14 Jun 2024 - 16:29 WIB

Kesehatan

Maraknya Kasus Kanker Yang Menyerang Generasi Muda

Senin, 3 Jun 2024 - 13:20 WIB